Dattel Tawarkan Solusi Bisnis Berbasis Consumer Intelligence

Ashran Dato Ghazi, Chief Executive Officer Dattel

Era digital telah memicu pergeseran perilaku konsumen. Perilaku multi screen di mana konsumen dapat melihat layar TV, smartphone, dan laptop dalam satu waktu, lebih nyaman berbelanja online dibandingkan datang ke gerai fisik, hingga lebih memilih mengkonsumsi informasi melalui media sosial, merupakan sejumlah pergeseran perilaku yang tengah terjadi pada konsumen Indonesia maupun global.

Pergeseran perilaku tersebut tentu saja harus disikapi secara strategis oleh para pemilik maupun pengelola merek. Alih-alih tak mampu menjawab perubahan perilaku itu, maka strategi bisnis maupun pemasaran dan komunikasi brand akan menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, penting bagi para pemilik maupun pengelola merek di perusahaan untuk memiliki kemampuan membaca sekaligus menganalisis perubahan perilaku tersebut, untuk kemudian menjadikannya sebagai strategi marketing dan komunikasi brand yang efektif.

Dattel sebagai perusahaan consumer intelligence yang fokus mempelajari konsumen di ASEAN, menawarkan solusi bisnis kepada perusahaan atau pemilik merek untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen tersebut. Salah satunya, melalui layanan consumer intelligence berbasis platform Dattel Voyager dengan nama aplikasi Dattel Lansuma yang tersedia di Google Play Store. Layanan tersebut rencananya akan diluncurkan pada Juli 2019 mendatang secara serentak di pasar Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Tim Dattel Indonesia

Dijelaskan Ashran Dato Ghazi, Chief Executive Officer Dattel, berbeda dengan perusahaan riset pasar lainnya, Dattel adalah beyond market research. “Jika market research company hanya menghimpun dan menganalisis data berdasarkan permintaan klien yang sifatnya top-down, maka sebagai consumer intelligence company, Dattel menggunakan pendekatan yang berbeda. Kami menggunakan pendekatan yang berbasis eksplorasi akan kebiasaan konsumen, yang sifatnya bottom-up.”

Lebih lanjut ia menjelaskan, Dattel menggunakan perspektif yang proaktif, innovation-driven, variabel yang tak berbatas, fokus pada consumer journey, studi berkelanjutan, hingga eksploratif. “Oleh karena itu, dengan pendekatan seperti itu, pemahaman akan perilaku konsumen pun menjadi lebih rinci dan mendalam. Bahkan, perilaku konsumen yang tersembunyi pun dapat terungkap melalui pendekatan Dattel,” kata Ashran yang pernah menjabat sebagai CEO Malaysian Global Innovation & Creativity Centre.

Istimewanya, perusahaan yang akan menggunakan layanan Dattel, berkesempatan memperluas segmen market mereka. Sebab, Dattel menyediakan consumer intelligence dari 10 vertikal kosumen yang dapat dimanfaatkan dan dieksplorasi perusahaan guna menciptakan target market yang baru. Kesepuluh vertikal konsumen tersebut adalah Fashion & Accessories, Food & Beverage, Finance & Wealth, Health & Beauty, Home & Domestic, Leisure & Recreation, Media & Communication, Personal Development, Property & Utility, serta Transport & Mobility.

Ashran mencontohkan, jika brand perawatan rambut ingin menggunakan layanan Dattel, maka fokus penghimpunan dan analisis data tidak hanya pada pengguna merek tersebut ataupun pengguna brand di kategori health & beauty.

“Akan tetapi, kami dapat mengeksplor data konsumen dari vertikal lain. Misalnya, dari Food & Beverage dan Transport & Mobility, karena bisa jadi masalah rambut juga diakibatkan oleh mereka yang suka mengkonsumsi makanan tertentu atau mereka yang bermobilitas tertentu. Dengan demikian, brand berkesempatan menciptakan market baru di luar target market yang sudah ada,” paparnya.

Melalui Dattel Voyager, pemilik merek dapat mencari tahu sekaligus mengeksplorasi kebiasaan konsumen dari berbagai vertikal. Mereka juga dapat kapan saja mengakses data panel melalui dashboard guna memperoleh data yang akurat. Lantaran, tim Dattel terdiri dari orang-orang yang telah berpengalaman di industri market research.

Diuraikan Ashran, bahwa jumlah panelis Dattel mulai di 3000 panelis yang merupakan konsumen Indonesia dan akan terus berkembang di kemudian hari. Ke-3000 panelis tersebut sudah diseleksi dan Mereka tersebar di tujuh kota besar di Indonesia, yakni Bandung, Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Balikpapan.

Ekspansi Dattel

Hadir di Indonesia pada tahun 2016, diakui Ashran, Dattel mengawali bisnisnya sebagai data capture company. Selanjutnya, demi menghadapi perubahan perilaku konsumen di era disrupsi, sejak tahun 2019, Dattel bertransformasi menjadi ASEAN’s Leading Consumer Company Driven by Innovation. Platform Voyager berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu layanan yang akan diluncurkan pada Juli 2019 mendatang.

Kehadiran Dattel di Indonesia tak lepas dari menjanjikannya pasar Indonesia. Dikatakan Ashran, saat ini, Indonesia menjadi pasar yang paling potensial di kawasan Asia Tenggara—yang notabene menjadi fokus market Dattel. “Di Indonesia, saat ini ada 41 juta perusahaan bersakala kecil, 60 ribu perusahaan bersakala menengah, dan 2 ribu perusahaan berskala besar. Mereka tentu saja membutuhkan layanan kami untuk dapat merancang strategi pengembangan bisnis yang efektif,” yakinnya.

Sebagai langkah awal, Dattel siap melancarkan strategi kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, asosiasi, hingga komunitas. “Sebagai tahap awal, kami akan menyasar perusahaan besar terlebih dahulu yang memang kerapkali menjadikan consumer insight sebagai dasar dalam merancang strategi bisnis perusahaan. Namun, tidak tertutup kemungkinan, kami bersama pemerintah Indonesia juga akan mengedukasi perusahaan berskala kecil untuk menggunakan layanan ini. Saat ini kami sudah dalam tahap penjajakan,” ujarnya.

Sejatinya, layanan dari Dattel ini juga dapat dimanfaatkan oleh perusahaan luar negeri yang akan melakukan ekspansi ke pasar Indonesia. Termasuk, perusahaan Indonesia yang akan menggarap pasar ASEAN. Mengingat, Dattel juga telah ada di Malaysia dan Thailand. “Bahkan, tahun depan, Dattel juga akan hadir di Filipina dan Vietnam,” tutupnya.


Source: https://mix.co.id/marcomm/brand-communication/dattel-tawarkan-solusi-bisnis-berbasis-consumer-intelligence/